Menikmati masa lajang tanpa adanya tanggungan finansial sering kali membuat kita merasa berada di atas angin secara keuangan. Anda bebas menghabiskan gaji untuk diri sendiri, mengejar karir impian, hingga melakukan solo traveling tanpa perlu mencemaskan susu anak atau cicilan rumah tangga. Di tengah kenyamanan hidup mandiri ini, pembicaraan mengenai asuransi jiwa biasanya langsung ditepis karena dianggap hanya cocok bagi mereka yang sudah berkeluarga.
Pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah: apakah masuk akal membeli asuransi jiwa jika tidak ada orang lain yang bergantung pada penghasilan Anda?
Mengapa anggapan asuransi jiwa hanya untuk orang menikah itu keliru?
Alasan utama mengapa orang lajang tetap melirik asuransi jiwa adalah untuk melindungi orang tua atau keluarga terdekat dari beban finansial tak terduga. Ketika seseorang meninggal dunia, segala urusan di dunia tidak serta-merta selesai begitu saja, termasuk urusan utang dan biaya pemakaman yang kian hari kian mahal. Jika Anda memiliki cicilan kendaraan, utang kartu kredit, atau pinjaman modal usaha atas nama pribadi, beban tersebut berpotensi jatuh ke tangan orang tua yang sudah pensiun jika Anda tiada.
Asuransi jiwa bagi seorang single berfungsi sebagai jaring pengaman agar kepergian mendadak tidak meninggalkan warisan berupa utang yang menjerat orang-orang tercinta. Selain itu, banyak anak muda lajang saat ini yang berperan sebagai tulang punggung keluarga atau bagian dari sandwich generation. Jika Anda adalah sosok yang selama ini rutin membantu membiayai kebutuhan adik sekolah atau menyokong hidup orang tua, maka hilangnya penghasilan Anda secara tiba-tiba akan menjadi hantaman ekonomi yang luar biasa berat bagi mereka.
Manfaat tersembunyi membeli asuransi jiwa sejak usia muda dan lajang.
Keuntungan terbesar meminang polis asuransi jiwa di usia kepala dua atau tiga puluhan awal adalah tarif premi yang sangat murah dan ramah kantong. Perusahaan asuransi melihat anak muda lajang berisiko rendah terkena penyakit kritis, sehingga mereka berani memberikan uang pertanggungan besar dengan premi minimal. Membeli asuransi saat tubuh masih bugar dan bebas dari riwayat penyakit medis juga menjamin proses persetujuan polis yang instan tanpa syarat yang rumit.
Jika Anda menunda membeli asuransi jiwa hingga nanti setelah menikah atau saat usia sudah menua, harga premi dipastikan akan melonjak berkali-kali lipat. Anda juga berisiko ditolak oleh perusahaan asuransi jika pada masa mendatang Anda terlanjur mengidap penyakit bawaan seperti diabetes atau hipertensi. Memiliki asuransi jiwa sejak lajang pada dasarnya adalah investasi untuk "mengunci" harga murah selagi kondisi fisik Anda berada di puncaknya.
Cara memilih produk asuransi jiwa yang tepat untuk kaum single.
Fokuslah mencari produk asuransi jiwa berjangka (term life insurance) murni yang menawarkan perlindungan tanpa adanya embel-embel investasi atau unit link. Jenis asuransi murni ini memiliki harga premi yang jauh lebih terjangkau, sehingga sisa gaji bulanan Anda tetap bisa dialokasikan untuk investasi saham, reksa dana, atau tabungan liburan. Pastikan nilai uang pertanggungan yang dipilih minimal bisa menutup seluruh sisa utang produktif Anda serta mencukupi biaya pengurusan jenazah yang layak, agar ketenangan hidup lajang Anda benar-benar terlindungi seutuhnya.
Tags:
Artikel

