1. Lalai Mendokumentasikan Kerusakan
Salah satu kesalahan paling umum adalah kegagalan untuk mendokumentasikan kerusakan dengan baik. Banyak pemilik rumah yang terburu-buru membersihkan atau melakukan perbaikan tanpa mengambil foto atau video yang jelas. Tanpa bukti visual yang kuat, perusahaan asuransi mungkin meragukan klaim Anda.
Cara Menghindarinya:
- Ambil Foto dan Video: Segera setelah Anda memastikan area aman, ambil foto dan video dari semua sudut, baik dari kerusakan maupun barang yang hilang atau rusak.
- Buat Inventaris Rinci: Buat daftar semua barang yang rusak, termasuk perkiraan nilai, merek, dan model. Simpan kuitansi atau bukti pembelian jika ada.
- Simpan Bukti: Jangan membuang barang yang rusak sebelum penilai asuransi (adjuster) selesai melakukan inspeksi.
2. Terlambat Mengajukan Klaim
Sebagian besar polis asuransi memiliki batas waktu untuk mengajukan klaim. Menunda pengajuan klaim dapat membuat perusahaan asuransi curiga atau bahkan menolaknya karena dianggap tidak sesuai dengan ketentuan polis.
Cara Menghindarinya:
- Hubungi Perusahaan Asuransi Segera: Segera setelah Anda menemukan kerusakan, hubungi agen atau perusahaan asuransi Anda secepatnya. Laporkan kejadian tersebut dan tanyakan tentang batas waktu pengajuan klaim.
- Pahami Polis Anda: Biasakan diri dengan isi polis asuransi Anda, termasuk batas waktu dan prosedur klaim, sebelum kejadian tidak terduga terjadi.
3. Tidak Jujur atau Melebih-lebihkan Kerusakan
Meskipun tergoda untuk melebih-lebihkan nilai kerugian agar mendapatkan kompensasi lebih, tindakan ini justru dapat merusak klaim Anda. Perusahaan asuransi memiliki tim investigasi yang ahli dalam mendeteksi klaim palsu atau yang dilebih-lebihkan. Jika ketahuan, klaim Anda bisa ditolak, dan Anda bahkan bisa menghadapi konsekuensi hukum.
Cara Menghindarinya:
- Jujur dan Akurat: Berikan informasi yang jujur dan akurat tentang jenis dan tingkat kerusakan. Gunakan dokumentasi yang telah Anda kumpulkan untuk mendukung klaim Anda.
- Hindari Memperbaiki Terlalu Cepat: Jangan lakukan perbaikan permanen sebelum penilai asuransi melihat kerusakan. Lakukan hanya perbaikan sementara untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
4. Tidak Memahami Ketentuan Polis
Banyak pemilik rumah mengasumsikan bahwa polis mereka mencakup semua jenis kerusakan. Kenyataannya, ada banyak pengecualian, seperti kerusakan akibat banjir (yang biasanya memerlukan polis terpisah) atau kerusakan akibat pergerakan tanah.
Cara Menghindarinya:
- Baca Polis dengan Seksama: Sebelum terjadi musibah, luangkan waktu untuk membaca dan memahami isi polis Anda. Tanyakan kepada agen asuransi Anda jika ada poin yang tidak Anda mengerti.
- Pertimbangkan Perlindungan Tambahan: Jika Anda tinggal di area yang rentan terhadap bencana alam tertentu, pertimbangkan untuk membeli perlindungan tambahan, seperti asuransi banjir atau gempa.
Setelah perbaikan selesai, banyak orang membuang faktur dan bukti pembayaran terkait pekerjaan restorasi. Padahal, dokumen ini sangat penting jika terjadi sengketa atau Anda perlu mengajukan klaim tambahan di masa depan.
Cara Menghindarinya:
- Simpan Semua Dokumen: Simpan salinan semua faktur, kuitansi, dan kontrak kerja dari kontraktor atau vendor perbaikan. Dokumen-dokumen ini adalah bukti pengeluaran Anda dan dapat membantu memproses klaim dengan lebih lancar.
- Buat Arsip Digital: Pindai atau foto semua dokumen penting dan simpan dalam arsip digital yang aman.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum ini, Anda dapat meningkatkan peluang klaim asuransi yang sukses dan memastikan Anda mendapatkan kompensasi yang pantas untuk memperbaiki rumah Anda.
--- Butuh Asuransi - ButuhAsuransi.com ---

Social Plugin